Candi Gunung Kawi Tampaksiring Tempat Eksotis di Bali yang Patut Dikunjungi

Candi Gunung Kawi Tampaksiring merupakan salah satu situs bersejarah di Bali, dimana candi ini merupakan candi yang merupakan salah satu peninggalan dari kerajaan Bali. Tentunya keindahan candi ini tidak perlu Anda ragukan lagi, sebab dijamin Anda akan takjub melihat karya seni indah di candi ini.  Apalagi candi ini berbeda dari candi pada umumnya.

Karena jika candi pada umumnya berbentuk tumpukan batu namun candi ini terukir di batuan gunung, hal inilah yang membuat candi ini menjadi unik sehingga layak untuk dikunjungi. Apalagi pahatan candi ini sangat sempurna sehingga dapat memanjakan mata untuk melihat keindahannya dari dekat nanti, sehingga sangat disayangkan jika Anda tidak datang ke candi ini.


Image : https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Gunung_Kawi_temple.jpg

Sejarah Dibalik Nama Gunung Kawi Tampaksiring

Candi Gunung Kawi Tampaksiring tentunya memiliki nama yang terdapat makna di dalamnya, dimana gunung berarti gunung sedangkan kawi berarti pahatan. Jadi nama candi ini bermakna bahwa candi yang dipahat di gunung. Candi ini sendiri ditemukan oleh peneliti Belanda pada tahun 1920, dimana untuk tiba di candi ini tidaklah mudah. Karena dibutuhkan tenaga ekstra agar bisa tiba di tempat ini.

Sebab Anda harus melewati 300 anak tangga untuk tiba di tempat ini, akan tetapi rasa letih tersebut akan terbayar dengan keindahan alam yang ditawarkan di tempat ini. Sebab di tempat ini Anda dapat melihat daerah sawah yang dapat menenangkan mata, ditambah lagi di tempat ini Anda bisa merasakan udara sejuk khas pegunungan.

Selain itu terdapat juga 10 candi di sekitar kawasan Candi Gunung Kawi Tampaksiring ini, dimana 5 buah candi berada di bagian timur, 4 buah dibagian barat dan 1 buah di bagian selatan Sungai Pakerisan. Tentunya terdapat sejarah di balik candi ini sehingga bagi Anda pecinta sejarah wajib berkunjung ke candi ini.

Candi ini sendiri dibangun oleh Marakata dimana anak raja pada saat itu, dimana raja pada saat itu memiliki 3 orang anak hasil dari pernikahan dengan permaisuri  yang berasal dari Jawa. Anak raja tersebut adalah Airlangga, Marakata, dan Anak Wungsu. Anak pertama raja yaitu Airlangga memilih untuk hijrah ke Kerajaan Kediri dan diangkat menjadi raja disana untuk menggantikan kakeknya.

Sedangkan anak ke 2 yaitu Marakata yang diangkat menjadi raja, dimana Marakata membangun Candi Gunung Kawi Tampaksiring ini untuk memuja arwah sang ayah. Pada dinding candi ini juga terdapat beberapa cerukan yang dipercaya sebagai tempat para bhiksu Budha bertapa. Hal ini membuktikan bahwa pada saat itu kerukunan antara agama sangat terjaga, bahkan terdapat juga antara candi Hindu dan Budha berdiri secara berdampingan .

Jadi walaupun membutuhkan usaha besar untuk tiba di candi ini maka wajib untuk Anda kunjungi jika ingin melihat keindahannya serta mempelajari sejarah di dalamnya. Apalagi candi ini sangat populer, terbukti setiap harinya candi ini dikunjungi oleh para wisatawan baik dalam maupun luar negri sehingga sangat disayangkan jika Anda tidak mengunjunginya.

Lokasi Candi Gunung Kawi Tampaksiring

Candi ini berlokasi di Banjar Penaka, Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Jadi apabila Anda sedang menginap di daerah Gianyar maka bisa berkunjung ke candi ini, apabila Anda dari kota Denpasar maka tidak jauh untuk menjangkau candi ini. Sebab lokasi candi ini hanya 40 km dari pusat kota Denpasar. Jika Anda ingin menikmati tempat yang eksotis untuk liburan Anda, Candi Gunung Kawi Tampaksiring patut untuk dikunjungi. Untuk informasi peta & lokasi, silakan klik link Map Candi Gunung Kawi