Keunikan dan Asal Usul dari Objek Wisata Pura Pancering Jagat

Pulau bali dikenal dengan nama pulau seribu pura dikarenakan memang terdapat banyak pura di bali. Salah satu pura yang terkenal di bali yaitu pura pancering jagat yang berada di Desa Trunyan, kecamatan kintamani, kabupaten bangli, bali indonesia.

Sumber : sportourism

Konon katanya pura pancering jagat ini memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya karena sebuat patung dengan tinggi 4 meter yang diberi nama Datonta. Patung datonta ini berbentuk sederhana namun bisa memancarkan expresi wajah yang menyeramkan.

Patung datonta yang berada di pura pancering jagat ini, konon bermula dari penemuan seorang petani yang pada saat itu sedang berburu ketengah hutan belongan trunyan dengan seekor anjing. Tetapi entah kenapa anjing dari pemburu tersebut menggonggong dengan lantangnya dan seakan akan mencari sesuatu.

Karena rasa penasaran dari petani ini timbul, beliau mencoba untuk mencari – cari penyebab kena anjingnya berperilaku aneh. Dan pada saat itu ditemukan lah sebuah benda kecil berupa patung berukuran kurang lebih 9 cm. Karena rasa penasarannya masih ada, petani tersebut mencoba mengambil dan mengangkatnya akan tetapi tidak bisa seakan akan patung tersebut sudah menyatu dengan permukaan bumi. Patung tersebut memang bisa bergerak tapi tidak bisa diambil. Apa daya petani tersebut bergegas untuk pulang kerumah dan menceritakan hal tersebut kepada warna trunyan.

Sumber : feelinbali

Dengan informasi dan cerita yang didapat dari petani tersebut warga trunyan berboyonh boyong mendatangi tempat dimana ditemukan patung tersebut.

Sesampainya di lokasi yang membuat warga trunyan merasa heran yaitu kenapa patung tesebut bisa tumbuh dan bertambah tinggi? Tetapi pertumbuhan patung tersebut berhenti setelah menginjak tinggi 4 meter. Patung tersebut pernah dibuatkan gedong suci namun karena terus bertambah tinggi sampai kepala arca menembus atap bangunan, maka dari itu dibuatkan pelinggih meru tumpeng 11, akan tetapi 4 tingkat bagian atas roboh maka sampai sekarang hanya tersisa meru tumpeng tujuh.

Meru ini merupakan tempat berstananya betara datonta atau dewa tertinggi yang disebut ratu sakti pancering jagat. Pada saat pujawali yang jatuh pada purnama sasih kapat akan digelar tari barong brutuk yang merupakan tarian sakral dipura tersebut dan hanya bisa ditarikan oleh pemuda pemuda didesa tersebut.